You are here:   Home Insight Leadership Leadership Repositioning, Sebuah Landasan Untuk Sukses

Leadership Repositioning, Sebuah Landasan Untuk Sukses

bigstockphoto_Business_Growth_And_SuccessBeberapa hari yang lalu saya memimpin workshop singkat mengenai brand repositioning. Usai workshop saya berpikir bagaimana caranya repositioning ini bisa berhasil. Pikiran saya mengarah pada satu hal, brand atau business re-positioning hanya akan berhasil bila perusahaan berhasil mereposisi cara berpikir, cara bertindak dan mentalitas karyawannya.

Untuk merubah repositioning bisnis kita adalah satu hal yang relative mudah bila dibanding dengan repositioning cara berpikir, cara bertindak dan mentalitas karyawannya. Apalagi ketika bisnis sedang bertumbuh semakin pesat, mentalitas karyawan selalu menjadi taruhan. Setelah mencurahkan dana dan upaya pada proses repositioning bisnis Anda, pada akhirnya manusia-lah (baca: karyawan) yang akan menentukan keberhasilan dari langkah tersebut. Merekalah yang sebenarnya menentukan apakah ROI Anda bisa tercapai atau tidak, apakah perusahaan Anda bisa menikmati keuntungan atau tidak.

Ketika kondisi lingkungan bisnis berubah semisal ada pesaing baru, ada regulasi baru, ada perubahan daya beli, atau perubahan trend, salah satu cara yang dilakukan oleh suatu bisnis adalah repositioning. Hal itu dilakukan agar bisnis lebih mampu beradaptasi dengan perubahan, lebih mampu diterima oleh konsumen pada segmen tersebut. Yang sering terlewat dari hal ini adalah, bahwa perubahan-perubahan yang sejenis sering kali juga terjadi di tengah karyawan. Karyawan yang pada awalnya ‘baik-baik’ saja, setelah sekian lama bekerja tiba-tiba mulai ‘berulah’. Tim yang yang dulu selalu bisa melampaui target mulai tersendat. Tiba-tiba banyak muncul masalah yang ‘konyol’. Beberapa karyawan bertambah umur sekaligus ada beberapa karyawan baru membawa budaya kerja yang berbeda. Lalu apa yang mesti kita lakukan?

Leadership repositioning bisa menjadi jawabannya. Apa leadership repositioning itu? Dengan melihat situasi internal perusahaan Anda, nilai-nilai yang ada, kondisi para pekerja, termasuk kinerja mereka, ada perubahan-perubahan yang harus Anda lakukan berkenaan dengan gaya Anda memimpin tim atau perusahaan Anda. Jadi leadership repositioning adalah perubahan-perubahan dalam cara memimpin untuk memperbaiki kondisi tim, meningkatkan motivasi kerja para karyawan Anda. Ada kata-kata bijak yang tepat untuk hal ini, “If you don’t create change, change will create you.”

Baru beberapa waktu yang lalu ada seorang teman yang mengeluh betapa anak buahnya sudah semakin sulit di atur. Ini adalah satu dari sekian pertanda bahwa kita sebagai pemimpin perlu melakukan leadership repositioning.agar lebih bisa terhubung dengan anak buah kita. Suka tidak suka sebenarnya kita tidak bisa merubah siapapun. Mungkin dengan kekuasaan kita bisa memaksa seseorang untuk melakukan sesuatu. Tetapi bila sesuatu tersebut dilakukan tanpa adanya kesadaran dan ketulusan, maka hasilnya pasti kurang sempurna. Untuk bisa menyebabkan perubahan pada orang lain, kita harus merubah input kita kepada orang tersebut. Kitalah yang harus berubah.

Leadership repositioning jelas membutuhkan disiplin yang hebat. Pemimpin dituntut untuk mengesampingkan egonya, melesat meninggalkan comfort zone untuk menemukan cara-cara memimpin yang lebih tepat untuk situasi pada waktu itu. Mental kepimimpinan Anda akan mengalami ujian besar-besaran karena Anda pada waktu proses mencari ‘bentuk’ repositioning yang tepat mau tidak mau harus membuka hati dan pikiran, menekan ambisi untuk mendominasi pembicaraan. Alih-alih mendominasi atau memberi perintah, pada saat itu Anda harus menggunakan segenap upaya untuk mendengarkan dan terus mendengarkan anak buah Anda dari waktu ke waktu. Sangat berat.

Di dalam proses menentukan gaya memimpin yang bisa Anda pakai untuk mampu beradaptasi dengan situasi pada waktu itu, Anda bisa menggunakan fakta hakiki tentang manusia sebagai panduan Anda.

Manusia memang berbeda dari satu ke lainnya. Bahkan sepasang kembar identikpun pasti mempunyai beberapa perbedaan yang mendasar. Terpisah dari perbedaan-perbedaan tersebut sebenarnya ada beberapa hal yang merupakan fakta mengenai manusia. Karena ini fakta maka sudah pasti kebenarnya hampir mutlak dari satu orang ke lainnya. Fakta-fakta itu adalah:

  1.  Bahwa manusia selalu ingin dipahami
  2. Bahwa manusia selalu ingin merasa istimewa
  3. Bahwa manusia selalu ingin merasa diterima di lingkungannya
  4. Bahwa manusia selalu ingin mempunyai kontrol atas apapun yang terjadi dikehidupan kita
  5. Bahwa manusia selalu ingin mencapai apa yang diinginkan

Untuk merumuskan leadership repositioning yang tepat Anda harus mencari tahu cara-cara memimpin yang seperti apa yang bisa membuat anak buah Anda merasa dipahami. Apa saja yang harus Anda tempuh untuk membuat mereka merasa istimewa. Temukan bagaimana kepemimpinan Anda bisa memastikan suatu sistem dimana anak buah Anda merasa nyaman di dalamnya dan mereka mengerti bahwa mereka juga memiliki kontrol atas apa yang terjadi di sekeliling mereka. Temukan formula jitu untuk bisa mengembangkan anak buah Anda, untuk membantu mereka meraih potensinya. Setelah Anda bisa mengumpulkan poin-poin kepemimpinan yang bisa menjawab kelima fakta tentang manusia, sesuai dengan apa yang dirasakan oleh para anak buah Anda pada waktu itu, Anda harus menemukan tema besar yang bisa menghubungkan poin-poin itu menjadi satu kesatuan gaya kepemimpinan.

Kemudian, ketika Anda sudah menemukan positioning Anda yang baru, segera sosialisasikan itu kepada seluruh komponen perusahaan termasuk anak buah Anda. Istilah keren untuk hal ini adalah lakukan campaign tentang gaya memimpin Anda yang baru. Pastikan seluruh anak buah Anda mengerti seperti apa hal itu dan paham bahwa Anda sangat berkomitmen untuk melakukannya. Dengan demikian Anda bisa mendapatkan penguatan untuk secara konsisten mulai menyesuaikan kepemimpinan Anda dengan positioning baru Anda. Bila Anda berhasil melakukannya, dijamin perusahaan Anda akan mengalami pertumbuhan yang sehat karena didukung oleh manusia-manusia yang kebutuhan fundamental mereka terpenuhi.

Leadership repositioning adalah vital di dalam upaya perusahaan untuk mengembalikan gairah para karyawan dalam ikut aktif berkontribusi memenangkan perusahaan mereka di dalam persaingan. Menuntut karyawan untuk berubah tidak akan mendatangkan hasil bila tidak diikuti oleh perubahan cara memimpin oleh tim manajemen di sana. Karyawan hanya akan memberikan dedikasi mereka persis sama dengan dedikasi para pimpinan terhadap pemenuhan lima fakta tentang manusia yang mereka miliki. Ini bukan soal besarnya insentif yang bisa diberikan kepada mereka, tetapi ini tentang seberapa teguh para pemimpin bisa melakukan leadership repositioning sesuai dengan tantangan yang ada pada waktu itu.

Anda siap untuk mereposisi kepemimpinan Anda?